RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

Tuesday, June 18, 2013

Nike dan Adidas Bisa Ganggu Hubungan Neymar-Messi

Nike dan Adidas Bisa Ganggu Hubungan Neymar-Messi

Nike dan Adidas Bisa Ganggu Hubungan Neymar-Messi

Barcelona - Johan Cryuff tak meragukan Neymar akan bisa bekerjasama dengan Lionel Messi di Barcelona. Potensi konflik antara keduanya justru dianggap bisa datang dari dua raksasa aparel yakni Nike dan Adidas.

Meski akhirnya bisa mendatangkan Neymar, tak sedikit pihak yang menyangsikan bintang Brasil itu akan bisa beradaptasi dengan baik di Barcelona. Selain karena gaya mainnya yang cenderung individualistis, The Catalans sudah punya superstar lain dalam diri Messi.

Terkait peluang terjalinnya kerjasama dan relasi yang baik antara Messi dengan Neymar, Johan Cryuff sama sekali tak meragukannya. Dua nama tersebut dia yakini akan bisa bahu membahu di Camp Nou. Kalau ada potensi masalah yang muncul, itu bakal datang dari Nike dan Adidas.

"(Masalahnya) bukan karena anak-anak itu; tapi Nike dan Adidas. Jika Anda memikirkannya sedikit, Anda akan sadar kalau masalah tersebut punya potensi untuk berkembang, meski saya harapkan tidak begitu. Buat Messi dan Neymar tak ada masalah, tapi mereka berdua terikat kontrak," sahut Cryuff di Marca.

Messi adalah salah satu ikon utama Adidas. Sementara Neymar justru disponsori oleh Nike. Kedua raksasa aparel itu dipastikan tak mau kalau pemain yang mereka sponsori berada di bawah yang lainnya.
(dtc/din) Sumber: detiksport


Sekian: Nike dan Adidas Bisa Ganggu Hubungan Neymar-Messi
Salam Hangat Beritasepakboladunia88.blogspot.com By Ardi

Enigma Tuan Mourinho

Enigma Tuan Mourinho

Enigma Tuan Mourinho

Mourinho dan Chelsea mungkin seperti dua kekasih yang terpisah jauh. Dasarnya mungkin sudah jodoh, terpisah jauh pun mereka akhirnya dipertemukan kembali oleh takdir.

Mungkin takdir juga yang menggariskan bahwa Chelsea harus berganti-ganti kekasih sepeninggal Mourinho pada 2007. Ada delapan. Kendati beberapa dari para kekasih itu memberikan kehangatan berupa trofi-trofi, toh Chelsea seperti tidak bisa melupakan Mourinho. Tak sampai enam tahun dari kepergian pertamanya dari Stamford Bridge, Mourinho kembali lagi.

Lalu, bagaimana dengan Mourinho selepas kepergiannya dari Stamford Bridge? Dia beristirahat sejenak dari dunia manajerial. Tapi tetap saja namanya menghiasi halaman-halaman koran atau media-media lainnya. Utamanya pada berita-berita gosip; mau ke mana dia melatih setelah dari Chelsea.

Pada suatu kesempatan, dia sempat digadang-gadang bakal jadi manajer baru tim nasional Inggris. Dia diburu dan komentarnya jadi bahan yang dicari-cari. Salah satu stasiun televisi bahkan sampai harus mendatangi rumahnya hanya untuk menemui The Special One. Yang terjadi selanjutnya, para kru televisi itu dihentikan Mourinho di depan pagar rumahnya. Lalu, dengan gestur seperti tak sabar dan ingin segera membuat para tamu tak diundang itu pergi, Mourinho hanya memberikan jawaban singkat terkait gosip itu: "I know nothing about it."

Begitulah Mourinho. Tindak-tanduknya, apa yang dilakukannya, dan apa yang tidak dilakukannya, selalu dan acap kali jadi cerita. Mourinho seperti sebuah enigma: apa yang ada di benaknya jadi pertanyaan, sementara kata-kata yang dilontarkannya berubah jadi teka-teki lainnya.

Semusim setelah pergi meninggalkan Stamford Bridge, Mourinho muncul di hadapan jurnalis-jurnalis asal Italia. Di hadapan para awak media itu dia berbicara dalam bahasa Italia yang begitu fasih. Hari itu adalah hari pertamanya melakoni konferensi pers setelah resmi ditunjuk jadi pelatih Inter Milan. Dengan sesumbar dia kemudian mengatakan bahwa dia belajar bahasa Italia hanya dalam waktu tiga pekan. Lagi-lagi Mourinho memposisikan dirinya seperti sebuah enigma; entah benar, entah tidak dia mempelajarinya hanya dalam waktu tiga pekan.

Tahun 2010, setelah Inter menang 3-1 atas Barcelona, beberapa media Catalan memuat cerita yang kemudian akan ditanggapi dengan sinis oleh Mourinho. Mereka menulis bahwa Mourinho dan wasit asal Portugal yang memimpin pertandingan itu, Olegario Benquerenca, adalah teman lama. Mereka bahkan memiliki sebuah restoran bersama. Mau tahu jawaban Mourinho atas cerita usil ini? "Saya tidak punya restoran dengan siapa pun. Mungkin malah Pep (Guardiola) yang punya restoran di Oslo."

Jawaban singkat tapi mengandung "kode" itu merujuk pada kemenangan Barcelona atas Chelsea pada 2009. Pada laga itu, kepemimpinan Tom Henning Ovrebo, yang berasal dari Norwegia, banyak dikritik. Mourinho dengan jeli menggunakannya sebagai balasan. Padahal, ketika itu pun dia sudah tidak jadi manajer Chelsea.

Segala sesuatu yang dilakukan ataupun dikatakan olehnya memang tidak semuanya positif atau layak masuk dalam buku kebaikan para malaikat. Tapi Mourinho adalah Mourinho. Dia seperti tidak peduli segala tindakan dan perkataan yang diucapkannya mengundang reaksi dan konsekuensi yang beragam di sekitarnya. Apa yang tercetus di benaknya, dia lontarkan saja. Tanpa tedeng aling-aling.

Maka, jangan heran jika kemudian banyak orang bertanya-tanya menyoal apa yang dia pikirkan. Tak ada yang tahu alasan pasti mengapa dia mencadangkan Iker Casillas. Tak ada yang tahu pasti mengapa dalam waktu-waktu terakhirnya di Real Madrid dia terlihat tidak bahagia. Kabar yang beredar menyebutkan sudah terjadi perpecahan di dalam ruang ganti Madrid. Tapi Mourinho (atau pihak Madrid sendiri) tidak pernah memberikan pernyataan secara pasti.

Yang jelas, Mourinho mengaku bahwa dirinya sudah tidak disukai di Spanyol. Dia butuh pergi ke tempat di mana dia dirindukan, di mana dia dicintai, yaitu ke Chelsea.



Kepergiannya dari Chelsea dulu bukannya tanpa pertanyaan. Tahu-tahu saja, menjelang akhir tahun 2008 itu, dia meletakkan jabatannya sebagai manajer. Seperti halnya perpisahannya dengan Madrid, tidak ada kata pemecatan. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa dia tidak suka kehadiran Avram Grant sebagai direktur sepakbola. Kabar lain menyebut bahwa dia bertengkar dengan Roman Abramovich. Claude Makalele pun ikut memberi kabar: Mourinho ribut dengan John Terry dan pihak klub memilih membela sang kapten. Yang ada hanya kabar, kabar, dan kabar.

Kedatangan kedua Mourinho ke Chelsea diikuti berbagai ekspektasi. Tidak hanya ekspektasi untuk membuat Chelsea kembali menjuarai liga, tetapi juga eksepektasi untuk membuat liga itu kembali ramai dengan tindak-tanduknya. Siapa tahu dia akan kembali membuat percikan kecil dengan orang yang dulu disebutnya "Tukang Ngintip", Arsene Wenger. Atau mungkin membuat rivalitas baru dengan penerus Sir Alex Ferguson di Manchester United, David Moyes. Tapi, sejauh ini, ucapannya soal Moyes masih positif. Dia menyebut orang Skotlandia itu sebagai sosok yang pas untuk menggantikan Sir Alex.

Ekspektasi lainnya tentu saja bagaimana Mourinho akan meneruskan Chelsea, tim yang musim lalu sempat anjlok, tapi pada akhirnya mengakhiri musim dengan raihan satu trofi. Jika dulu Mourinho meninggalkan Inter untuk dilanjutkan oleh Rafael Benitez, maka kini justru sebaliknya. Benitez membuktikan bahwa dia bukan pelatih sembarangan. Taktik agresif yang sebelumnya tidak berjalan di tangan Andre Villas-Boas, musim lalu berbuah sebaliknya di tangan dia.

Salah satu keunggulan Benitez adalah dia tidak senaif Villas-Boas. Dia tahu kapan harus meminta timnya bermain agresif dan kapan meminta mereka bermain pragmatis. Ambil contoh pertandingan melawan FC Basel di Liga Europa. Basel sukses menyingkirkan Tottenham Hotspur yang dipimpin oleh Villas-Boas lantaran The Lilywhites kelewat berani bermain terbuka. Sementara Benitez memilih untuk bermain hati-hati dengan menempatkan David Luiz menempel rapat Marco Streller.

Dengan perkembangan tersebut, Mourinho sudah ditinggali tim yang bisa bermain agresif dan pragmatis sama baiknya. Dan bukankah dia adalah ahlinya bermain pragmatis. Semestinya, dengan keadaan demikian, ekspektasi untuk membawa Chelsea sukses lagi tentu tidak salah alamat, meski hasil adalah sesuatu yang baru kita saksikan tahun depan.

Pada musim pertamanya membesut Chelsea di 2004/2005, Mourinho bertanggungjawab membuat Chelsea mendapatkan label "Boring, Boring Chelsea". Mereka kerap menang, kendati permainan (atau skor akhir) yang ditampilkan tidak terlalu memuaskan. Keadaan ini mulai berubah ketika Arjen Robben, yang cedera metatarsal pada persiapan pramusim, mulai bisa bermain pada bulan November. Keran gol Chelsea mulai terbuka.

Musim itu, hanya Arsenal yang punya produktivitas gol lebih baik atas Chelsea. The Blues mencetak 72 gol, sementara The Gunners 87 gol. Namun, Chelsea tampil sebagai juara dengan keunggulan 12 gol atas Arsenal. Pada musim berikutnya, musim 2005/2006, barulah Chelsea --bersama dengan Manchester United-- jadi tim dengan produktivitas gol terbaik. Mereka sama-sama mencetak 72 gol. Yang jadi pembeda adalah, selain keunggulan delapan poin di klasemen akhir, Chelsea kebobolan lebih sedikit dari United, yakni hanya 22 gol. Sementara United kebobolan 34 gol.

Jika saat itu Mourinho punya gelandang-gelandang lincah pada diri Robben, Damien Duff, dan Joe Cole, maka kini dua punya Eden Hazard, Juan Mata, dan Oscar, plus pendatang baru bernama Andre Schuerrle. Cukuplah modalnya untuk mengarungi Premier League dalam satu musim ke depan.


Yang jadi pembeda mungkin hanyalah soal perkembangan taktik. Musim itu, Mourinho seperti maju sendiri. Ketika kebanyakan tim masih kaku menggunakan 4-4-2, dia sudah menempatkan tiga gelandang sebagai sentral lini tengahnya. Mourinho sendiri kemudian mengakui bahwa ini adalah sebuah keunggulan yang begitu mudah untuknya.

"Dengar, jika saya punya formasi segitiga di lini tengah --Claude Makelele berada di belakang dua gelandang lainnya-- saya akan selalu mendapatkan keuntungan melawan tim yang murni memainkan 4-4-2, di mana gelandangnya berdiri bersebelahan. Itu karena saya akan selalu punya satu orang ekstra."

"Semuanya diawali oleh Makelele, yang berada di belakang garis tengah. Jika tidak ada seorang pun yang mengawalnya, dia bisa melihat keadaan seluruh lapangan dan punya banyak waktu. Jika dia dijaga, maka artinya dua gelandang tengah lainnya tidak terkawal. Jika mereka terus menekan dan para pemain sayap datang membantu untuk mengawal, maka kami punya ruang di sisi lapangan, entah itu untuk winger kami atau full-back kami. Tidak ada yang bisa dilakukan formasi 4-4-2 murni untuk menghentikan ini."

Penjelasan Mourinho di atas telah membuka semuanya. Kali ini tidak ada teka-teki.

Masalahnya, semenjak itu Premier League pun sudah berubah. Semenjak itu Manchester United telah merevolusi formasinya, bahkan dengan trio Cristiano Ronaldo-Carlos Tevez-Wayne Rooney di lini depan mampu menaklukkan Eropa. Semenjak itu, Manchester City telah berubah menjadi kekuatan baru, di mana Yaya Toure adalah jenderal di lini tengah yang tidak terbantahkan --bisa jadi mirip Makelele dalam formasi Mourinho-- dan trio David Silva-Sergio Aguero-Samir Nasri/James Milner telah membuat The Citizens memiliki salah satu daya serang terbaik di final-third.

Satu-satunya teka-teki yang tersisa adalah bagaimana Mourinho menelanjangi kelemahan rival-rivalnya, seperti yang pernah dia lakukan dulu itu.

Rossi Finza Noor*

====

* Foto-foto: Getty Images
* Penulis adalah wartawan detikSport, biasa beredar di dunia maya dengan akun twitter @Rossifinza
(dtc/a2s) Sumber: detiksport


Sekian: Enigma Tuan Mourinho
Salam Hangat Beritasepakboladunia88.blogspot.com By Ardi

Cryuff: Neymar? Beri Dia Waktu

Cryuff: Neymar? Beri Dia Waktu

Cryuff Neymar Beri Dia Waktu

Barcelona - Johan Cryuff menolak memberi penilaian dini terhadap Neymar. Bintang Brasil itu disebutnya bakal butuh waktu untuk bisa klop dan sejalan dengan permainan Lionel Messi cs di Barcelona.

Dengan Banderol 57 juta euro (Rp 746,8 miliar), Barcelona bulan lalu akhirnya berhasil mendapatkan tanda tangan Neymar. Bintang muda asal Brasil tersebut dikontrak dengan durasi lima tahun.

Kedatangan Neymar tak cuma menghadirkan keyakinan di dalam diri pendukung Barca kalau akan lebih banyak gol bisa dibuat musim depan. Di sisi yang berbeda muncul juga pertanyaan apakah Neymar akan bisa beradaptasi dengan gaya permainan Blaugrana, terlebih dia selama ini dikenal punya karakter individualistis.

Terkait hal itu, mantan pemain Barcelona, Johan Cryuff menyebut kalau publik harus bersikap adil dengan memberi waktu buat Neymar beradaptasi.

"Apakah Neymar akan beradaptasi atau tidak itu masih harus ditunggu. Semua orang membicarakan dan menulis soal hal tersebut, tapi mereka yang tahu soal masalah ini akan memberi dia waktu," sahut Cryuff di Marca.

"Satu hal yang tidak boleh kita lakukan adalah menaruh beban padanya dan biarkan dia melakukan pekerjaannya sendiri. Orang-orang sudah memintanya menjadi seorang juara, bahkan saat kita sama sekali belum memulainya," tegas Cryuff.
(dtc/din) Sumber: detiksport


Sekian: Cryuff: Neymar? Beri Dia Waktu
Salam Hangat Beritasepakboladunia88.blogspot.com By Ardi

Banyak Diego di Piala Konfederasi

Banyak Diego di Piala Konfederasi

Banyak Diego di Piala Konfederasi

Jakarta - Ada total 184 pemain yang terdaftar di ajang Piala Konfederasi 2013. Dari jumlah tersebut nama 'Diego' adalah yang paling banyak.

Dari situs statistik InfoStrada, ada enam pemain bernama depan Diego -- empat di antaranya dari Uruguay: Forlan, Lugano, Godin, dan Perez. Sedangkan Diego yang lain adalah Reyes (Meksiko) dan Cavalieri (Brasil).

Diego Forlan adalah top skorer Uruguay sepanjang masa dengan total 33 gol. Rekor itu disamai oleh Luis Suarez seusai mencetak gol tunggal Uruguay ketika kalah 1-2 dari Spanyol dua hari lalu.

Diego Lugano adalah kapten Uruguay yang musim lalu bermain untuk Malaga, yang meminjamnya dari Paris St Germain. Diego Perez saat ini bermain di klub Italia, Bologna, sedangkan Diego Godin adalah bek utama Atletico Madrid.

Diego dari Meksiko -- Diego Reyes -- adalah pemain 20 tahun dari klub America (Meksiko). Ia ikut membela negaranya saat meraih medali emas di Olimpiade London 2012.

Sedangkan Diego Cavalieri adalah kiper ketiga Brasil saat ini, yang bermain untuk Fluminense. Ia pernah tercatat sebagai pemain Liverpool dari 2008 sampai 2010, tapi tidak pernah dimainkan di pertandingan Premier League.

Dalam hal usia, ada lima pemain yang usianya masih di bawah 20 tahun, yaitu Rainui Aroita (19/Tahiti), Francis Benjamin (akan 20 pada 20 Juni lusa/Nigeria), Salomon Kwambe (19/Nigeria), Kenneth Omeruo (19/Nigeria), dan Yohann Tihoni (18/Tahiti).

Dari barisan pemain berusia di atas 30, yang paling tua adalah pemain Uruguay, Andreas Scotti (37), lalu kiper dan kapten Italia, Gianluigi Buffon, yang telah berumur 35 tahun.

Total, ada lima pemain berusia di bawah 20 tahun; 71 pemain berusia 20-25; 81 pemain berumur 26-30; dan 27 orang yang sudah melewati usia 30 tahun.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport


Sekian: Banyak Diego di Piala Konfederasi
Salam Hangat Beritasepakboladunia88.blogspot.com By Ardi

Oduamadi Pencetak Hat-trick Kesembilan di Piala Konfederasi

Oduamadi Pencetak Hat-trick Kesembilan di Piala Konfederasi

Oduamadi Pencetak Hat-trick Kesembilan di Piala Konfederasi

Belo Horizonte - Sepanjang sejarah Piala Konfederasi, ada sembilan pemain yang bisa membuat (minimal) hat-trick. Orang kesembilan itu adalah Nnamdi Oduamadi, yang mencetaknya untuk Nigeria tadi malam.

Pada pertandingan Grup B di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Selasa (18/6/2013) dinihari WIB, Nigeria mengalahkan Tahiti dengan skor telak 6-1, dan Oduamadi mengukir tiga gol di antaranya.

Gol-gol penyerang 22 tahun itu tercipta di menit 10, 26, dan 76, yang sekaligus menjadikannya top skorer sementara di turnamen ini.

Oduamadi, yang hak kepemiliknya dipegang bersama AC Milan dan Genoa, tapi musim lalu dipinjamkan ke klub Serie B Varese, adalah orang kesembilan yang pernah melakukan hat-trick di Piala Konfederasi sejak 1997.

Yang pertama kali membuatnya adalah Vladimir Smicer (Republik Ceko), saat timnya menyikat Uni Emirat Arab 6-1 di babak grup pada 17 Desember 1997.

Ronaldo dan Romario mengikuti rekor Smicer ketika mereka berdua tampil bersama Brasil di final 1997 melawan Australia. Tiga gol dari masing-masing kedua pemain itu membawa tim Samba menang 6-0 dan menjadi juara.

Ha-trick keempat ditorehkan Cuauhtemoc Blanco (Meksiko) di Piala Konfederasi 1999, pada 25 Juli, kala timnya menundukkan Arab Saudi 5-1. Faktanya, ia membuat lebih dari tiga gol, melainkan empat.

Uniknya, empat hari setelah timnya dikalahkan Meksiko, pemain Arab Marzouk Al-Otaibi berhasil mengikuti Blanco, yaitu mencetak empat gol. Itu terjadi saat Arab menekuk Mesir 5-1. Sampai saat ini hanya Blanco dan Al-Otaibi yang pernah mengemas empat gol dalam satu laga di Piala Konfederasi.

Pencetak hat-trick keenam adalah Ronaldinho (Brasil) di semifinal 1999 (ke gawang Arab Saudi, menang 8-2). Selanjutnya adalah Carlos Figueroa dari Argentina, kala mengalahkan Australia 4-2 di babak grup Piala Konfederasi 2005 di Jerman.

Fernando Torres adalah satu-satunya pemain yang menciptakan hat-trick di Piala Konfederasi 2009 di Afrika Selatan. Ia melakukannya ketika Spanyol mengatasi Selandia Baru 5-0 di babak grup.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport


Sekian: Oduamadi Pencetak Hat-trick Kesembilan di Piala Konfederasi
Salam Hangat Beritasepakboladunia88.blogspot.com By Ardi

Inilah Wakil Asia Yang Lolos Otomatis Ke Piala Dunia Brazil 2014






sekedar info buat sobat, ini ada tim tim asia yang baru aja lolos ke brazil secara otomatis lewat pertandingan yang sangat sangat dramatis, tim mana sajakah yang berhak berlaga di piala dunia 2013 yang menjadi wakil asia ?

1. Jepang

tim juara dari piala asia ini adalah negara yang pertama lolos ke piala dunia brazil 2014, dan saat ini jepang bertanding di piala konfederasi mewakili benua asia yang keluar sebagai juara asian cup.

2. Iran

Iran adalah salah satu negara yang 1 grup dengan indonesia di kualifikasi babak ke 4, iran lolos bersama qatar ke babak selanjutnya, sedangkan indonesia dan bahrain harus menunda ke piala dunia 2014, sedangkan qatar gagal total di babak terakhir, tapi tidak dengan iran, iran berhasil menjuarai grup A sehingga berhasil lolos ke brazil secara otomatis, usai mengalahkan korsel 1-0 di kandang korea selatan.

3. Korea Selatan

sang runner up grup A ini berhak lolos bersama sang juara grup iran, korea selatan boleh saja kalah dengan iran, tapi produktifitas korea selatan yang +6 membuat korea selatan berhak ke brazil, sedangkan uzbekistan yang meraih poin sama dengan korea selatan harus kalah produktifitas yang hanya +5 meski telah menang besar dari qatar.

4. Australia

australia adalah salah satu negara yang berhak ke brazil menjadi wakil asia, australia menang 1-0 dari irak di kandang usai gol kennedy di menit menit jelang pertandingan bubar, sehingga memberikan satu tempat bagi australia untuk ke piala dunia brazil 2014. amazing


nah itulah negara negara yang telah lolos secara otomatis menjadi wakil asia ke piala dunia 2014 brazil, sedangkan untuk zona play off diperebutkan  uzbekistan yang akan berhadapan dengan pemenang oman atau yordania, pemenang play off asia ini akan menghadapi play off dari oseania atau amerika.


Giggs Terus Menapaki Jalan Menuju Dunia Kepelatihan

Giggs Terus Menapaki Jalan Menuju Dunia Kepelatihan

Giggs Terus Menapaki Jalan Menuju Dunia Kepelatihan

Manchester - Pekan ini winger veteran Manchester United Ryan Giggs dilaporkan bakal terbang ke Turki sebagai usaha untuk mendapatkan lencana kepelatihan Lisensi Pro UEFA.

Pemain Wales berusia 39 tahun itu saat ini masih menjadi andalan 'Setan Merah'. Kemampuan Giggs pun membuatnya kembali mendapat kontrak baru berdurasi setahun pada bulan Maret lalu.

Kontrak baru itu memang membuat Giggs akan bermain setidaknya semusim lagi. Namun, dengan usianya kini ia tentu saja sudah harus memiliki proyeksi masa depan usai tak lagi bermain.

Menjadi seorang pelatih tampaknya menjadi rencana masa depan Giggs. Sudah mengantongi lisensi UEFA A dan B, sebagaimana dicatat ESPN, ia kini akan berusaha meraih Lisensi Pro UEFA. Lisensi ini sendiri merupakan syarat wajib agar dapat melatih di divisi-divisi top Eropa atau di Liga Champions.

Diwartakan Times, Giggs akan bertolak ke Turki pada hari Kamis (20/6/2013), di mana Piala Dunia U-20 sedang berlangsung, untuk ambil bagian dari kursus yang juga bakal mengikutsertakan nama-nama seperti Gary Neville dan Paul Ince.

Sementara itu, musim lalu Giggs juga disebut-sebut sudah ambil bagian dalam aktivitas latihan skuat MU di bawah arahan Sir Alex Ferguson. Peran itu boleh jadi akan terus ia lakukan di bawah arahan manajer saat ini, David
Moyes.
(dtc/krs) Sumber: detiksport


Sekian: Giggs Terus Menapaki Jalan Menuju Dunia Kepelatihan
Salam Hangat Beritasepakboladunia88.blogspot.com By Ardi