RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

Tuesday, August 28, 2012

Maicon Mungkin Dilepas Inter

Maicon Mungkin Dilepas Inter
 
Pescara - Pelatih Inter Milan, Andrea Stramaccioni, mengaku ia masih membutuhkan tenaga Maicon untuk musim ini. Namun, bukan berarti Maicon tak bisa dijual jika ada tawaran yang cocok datang kepada Nerazzurri.

Maicon di musim panas ini kembali dispekulasikan masa depannya terkait regenerasi skuat yang sedang dilakukan oleh Inter. Pemain-pemain tua bergaji tinggi dan tak masuk skema permainan macam Lucio, Julio Cesar, Dejan Stankovic dan Giampaolo Pazzini akan dilepas.

Dua sudah dilepas yakni Pazzini dan Lucio sementara Cesar, Stankovic dan termasuk Maicon masih mencari siapa klub yang meminatinya.

Meski secara kemampuan Maicon dinilai Stramaccioni masih bisa diandalkan, namun masalahnya bek asal Brasil itu belum jua memperbaharui kontraknya yang akan habis tahun depan.

"Jika dia ingin bertahan di sini, maka aku akan sangat senang. Tapi itu pendapat pribadi saya. Kontraknya akan segera habis," tukas Stramaccioni seperti dilansir situs resmi Inter.

Maicon saat ini dihubung-hubungkan dengan Real Madrid, Chelsea dan Manchester City. Khusus untuk Madrid, diberitakan agen pemain 30 tahun itu sedang melakukan pertemuan dengan klub raksasa Spanyol itu.

"Inter dan Maicon punya hubungan luar biasa dan ini bukan soal apa yang pantas ia dapatkan. Mari kita lihat perkembangannya seperti apa," tutup Stramaccioni. Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)

Monday, August 27, 2012

Tekanan Besar Menanti Modric di Madrid

Tekanan Besar Menanti Modric di Madrid
 
Belgrade - Keinginan Luka Modric untuk menjadi pemain Real Madrid memang telah terpenuhi. Namun, gelandang asal Kroasia itu harus menyadari bahwa tekanan di Los Blancos jauh lebih besar daripada di klub lain.

Besarnya hasrat Modric bergabung dengan Madrid bisa dilihat dari sikap yang dia tunjukkan beberapa waktu lalu. Saat itu, dia sempat mogok latihan karena Tottenham Hotspur masih ngotot tak mengizinkannya pergi. Gara-gara hal ini, dia tak dilibatkan di tur pramusim Spurs ke Amerika Serkat.

Setelah melewati proses panjang dan negosiasi yang alot, Madrid akhirnya bisa membujuk Spurs untuk melepas Modric. Dengan biaya sekitar 30 juta poundsterling, Modric menyeberang ke Santiago Bernabeu dan diikat kontrak berdurasi lima tahun.

"Transfer ini memakan waktu terlalu lama, tapi saya merasa terhormat sudah ada di sini, di klub terbesar dan terbaik di dunia," ungkap Modric mengomentari kepindahannya.

Dengan menyebut Madrid sebagai klub terbesar dan terbaik di dunia, Modric harusnya tahu bahwa dia akan merasakan tekanan yang berbeda dibandingkan saat masih berbaju Spurs. Di Madrid, tiap pemain dituntut bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tapi juga menyajikan permainan indah.

Banyaknya pemain top yang kemudian gagal bersinar di Madrid adalah salah satu konsekuensi dari hal di atas. Demi mengejar kesuksesan, Los Merengues tak akan segan untuk mendepak pemain-pemain yang dianggap tak mampu memberi kontribusi maksimal.

"Luka tahu bahwa Real Madrid harus menang tiap hari, bahkan di dalam latihan," komentar eks pemain Real Madrid yang sama-sama berasal dari Kroasia, Robert Prosinecki, kepada AS.

"Namun, mereka juga menginginkan sepakbola yang spektakuler. Anda harus menang dan bermain cantik," imbuhnya.

"Hiburan dan kemenangan. Itulah yang orang-orang harapkan dari Anda. Kalau Anda main bagus tapi kalah atau imbang, itu tak ada artinya," kata pria 43 tahun ini. Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)

Transfer Modric Untungkan Spurs & Madrid

Transfer Modric Untungkan Spurs & Madrid
 
London - Meski berstatus sebagai pemain bintang Tottenham Hotspur akhirnya rela melepas Luka Modric ke Real Madrid. Transfer ini tak hanya menguntungkan pihak Los Blancos, namun Spurs pun juga mendapat efek positif dengan beberapa kesepakatan.

Dengan uang sebesar 30 juta euro, Modric akhirnya resmi berseragam Madrid dengan durasi kontrak selama lima tahun sekaligs mengakhiri saga transfer pesepakbola asal Kroasia itu.

Pada mulanya The Lilywhites kerap menolak tawaran Los Blancos, tetapi akhirnya Spurs melunak. Dikutip dari Mirror, dengan menjual Modric pada harga 30 juta euro Spurs sejatinya telah melakukan win-win solution, karena mereka dapat bermitra dengan Madrid dalam jangka panjang.

Hal tersebut dapat diartikan bahwa Spurs tak hanya mendapat dana segar dari penjualan Modric, tetapi juga keuntungan komersial lainnya. Diantaranya adalah pada setiap tur musim panas, Spurs bakal menjadi lawan uji coba bagi Madrid.

Dari sisi marketing, uji coba bersama Madrid dalam tur pra musim jelas menguntungkan Spurs, yang notabene tak memiliki nama besar seperti klub asal Spanyol itu. Dengan begitu, Spurs bisa membuat semacam coaching clinic atau sekolah sepakbola di beberapa negara.

Analisa lainnya menyebutkan dengan menjual Modric, Spurs akan mendapat kemudahan jika hendak meminjam atau membeli pemain-pemain dari Madrid.

Beberapa keuntungan tersebutlah yang membuat Presiden Spurs, Daniel Levy, akhirnya mau melepas Modric ke Madrid.

"Kami senang karena Modric jadi pindah ke Real Madrid, sebuah klub yang akan bekerja sama dengan kami secara produktif dalam jangka panjang," ujar Levy.

"Kami bangga dengan kedatangan Luka (Modric). Kedepannya, kami akan terus bekerja sama dengan Spurs," timpal presiden Madrid, Florentino Perez.

Tak hanya soal kerjasama dengan Madrid, uang hasil penjualan Modric pun bisa digunakan klub asal London Utara itu untuk membeli pemain incaran mereka seperti Yann M'Vila atau Leandro Damiao.
Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)

Modric, Kroasia Keempat di Bernabeu

Modric, Kroasia Keempat di Bernabeu
 
Madrid - Sebelum datang Luka Modric, Real Madrid juga pernah diperkuat oleh tiga orang pemain Kroasia. Apakah Modric nantinya bisa melebihi pencapaian para kompatriotnya tersebut?

Modric resmi didatangkan oleh Madrid, Senin (27/8), setelah melalui proses transfer yang panjang dan berlarut-larut. Dengan dana sekitar 30 juta euro, Madrid memenuhi impian Modric untuk bermain di klub raksasa Spanyol selama lima tahun ke depan.

Bukan tugas yang mudah memang bagi Modric untuk bisa tampil bagus bersama Madrid, meskipun ia disebut-sebut sebagai salah satu playmaker terbaik di Liga Inggris sejak kehadirannya tahun 2008 lalu.

Gelandang 26 tahun itu harus bersaing dengan nama-nama beken lain macam Xabi Alonso, Mesut Oezil, Angel Di Maria, Lass Diarra, Esteban Granero atau Sami Khedira. Modric sendiri sudah paham akan hal ini dan ia pun siap untuk membuktikan kemampuan terbaiknya.

Namun, menilik pencapaian pemain-pemain Kroasia sebelumnya di Madrid, Modric punya kesempatan bagus untuk unjuk gigi dalam seragam putih-putih. Ketiga punggawa asal Kroasia yang lebih dulu berkarier di Santiago Bernabeu adalah Robert Prosinecki, Davor Suker dan Robert Jarni.

Para penggemar sepakbola tentu ingat nama-nama itu dan segelintir prestasi yang mereka capai selama memperkuat Madrid. Prosinecki mengawalinya di musim 1991 ketika ia bergabung dari Red Star Belgrade setelah sukses membawa klub Yugoslavia itu menjuarai Liga Champions.

Karier Prosinecki tidaklah mulus-mulus amat karena hanya membawa Los Blancos juara Copa Del Rey dan Piala Super Spanyol di tahun 1993. Tampil 73 kali dan menyumbang 12 gol, Prosinecki pindah ke Real Oviedo dan sempat bermain di Barcelona.

Kroasia kedua adalah Davor Suker dan bisa dibilang ia adalah Kroasia tersukses yang pernah dimiliki Madrid. Pindah dari Sevilla di tahun 1996, Suker memperlihatkan ketajamannya dengan membuat 49 gol dari 106 penampilan hingga pindah ke Arsenal tahun 1999.

Suker selama di Madrid membawa tim itu meraih titel La Liga 1997, Super Spanyol 1997, Liga Champions 1998 dan Piala Interkontinental 1998.

Satu lagi pemain Kroasia yang pernah memperkuat Madrid adalah bek kiri bernama Robert Jarni. Bergabung di musim 1998/1999, Jarni kesulitan mendapat tempat di tim inti dan tak mampu memberi gelar apapun sebelum akhirnya cabut ke Las Palmas di akhir musim.

Jika ditarik lebih luas lagi, Modric adalah pemain asal Balkan ke-9 yang bermain di Madrid. Sebab ada lima pemain Yugoslavia yang juga eks Los Merengues, yakni Milan Jankovic, Predrag Mijatovic, Predrag Pasic, Dejan Petkovic, dan Perica Ogjenovic.

Tak banyak memang pemain asal negara yang pecah karena perang saudara itu bisa meraih kesuksesan di Madrid. Namun, dengan tempaan ala Premier League Modric boleh optimistis bisa meraih sukses seperti Suker atau Mijatovic. Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)

Komentari Start Buruk Madrid Musim Ini, Modric: Yang Penting Akhirnya

Komentari Start Buruk Madrid Musim Ini, Modric: Yang Penting Akhirnya
 
Madrid - Luka Modric bergabung dengan Real Madrid di saat juara bertahan La Liga Primera itu memulai musim dengan buruk. Tetapi ini tak menyurutkan optimisme Modric bersama klub barunya.

Dari dua laga La Liga yang telah dilakoni, belum satu kalipun Madrid memetik kemenangan. Setelah di jornada pertama bermain imbang lawan Valencia, El Real kemudian kalah 1-2 dari Getafe pada jornada kedua. Dari maksimal 6 poin, Iker Casillas cs pun baru meraih 1 poin saja.

Selain dua hasil di La Liga tersebut, Madrid juga menuai satu kekalahan lain di partainya musim ini setelah menyerah 2-3 dari Barcelona di leg I Piala Super Spanyol.

Dengan demikian maka 'Si Putih' sama sekali belum bisa meraih kemenangan di dalam seluruh tiga pertandingan yang mereka lakoni musim ini. Sungguh bukan hasil bagus, terutama dengan misi mempertahankan gelar juara liga sekaligus memberikan tantangan di Liga Champions.

Akan tetapi hasil-hasil tersebut tidak lantas membuat cemas Modric yang baru saja resmi menjadi pemain baru Madrid. Ia tetap optimistis Madrid akan bangkit.

"Aku menyaksikan ketiga pertandingan tersebut," komentar Modric seperti diwartakan Football Espana.

"Tidaklah penting bagaimana Anda memulai musim, tapi bagaimana akhirnya menuntaskan musim tersebut," lanjutnya. Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)

Modric: Terima Kasih, Tottenham

Modric: Terima Kasih, Tottenham
 
Madrid - Luka Modric telah menyibak bab baru dalam kariernya bersepakbola usai bergabung dengan Real Madrid. Bukan 'kacang lupa pada kulit', Modric pun berterima kasih kepada Tottenham Hotspur yang sebelumnya ia bela.

Pemain Kroasia berusia 26 tahun tersebut memulai kariernya di dunia sepakbola bersama Dinamo Zagreb, yang ia bela sedari usia 16 tahun. Sempat dipinjamkan, Modric kemudian tampil impresif dengan membawa Dinamo menjuarai tiga titel liga dan dua gelar Piala Kroasia, seraya menyabet predikat Pemain Terbaik Liga Tahun 2007.

Performa apik tersebut mampu memikat Tottenham yang kemudian memboyongnya ke Inggris pada musim panas tahun 2008 silam. Dibeli dengan harga sekitar 16,5 juta poundsterling, Modric menjadi salah satu pemain pertama yang direkrut oleh manajer Tottenham saat itu, Juande Ramos.

Bersama Tottenham, sinar Modric kian benderang. Ia berhasil membantu klub tersebut menempati posisi empat besar musim 2009-10 dan 2011-12 serta mencapai perempatfinal Liga Champions 2010-11--saat tersingkir dari Madrid.

Penampilan cemerlangnya itu kali ini sanggup mencuri perhatian sejumlah klub besar Eropa. Chelsea, Madrid, Manchester City, dan Manchester United adalah beberapa klub yang sempat dikaitkan dengannya.

Musim panas tahun lalu, Modric sempat santer disebut-sebut akan pindah ke Chelsea. Benak pemain bersangkutan pun tampak mulai bercabang, kendati ia akhirnya tetap bertahan. Terlebih Tottenham juga terlihat masih sangat enggan melepaskan.

Pada musim panas ini minat terhadap Modric muncul lagi, meski Madrid-lah yang terlihat sangat ngotot mendapatkannya. Tottenham lagi-lagi tampak belum mau berpisah dengan playmaker-nya itu, walaupun akhirnya menyerah dengan nilai transfer yang kabarnya berkisar 30 juta poundsterling.

Maka berakhirlah salah satu episode panjang transfer yang melibatkan Modric. "Proses transfer ini sudah berjalan terlalu panjang tapi aku merasa terhormat dan bangga bisa ada di klub terbesar dan terbaik di dunia," kata Modric seperti dikutip Football Espana.

Dengan proses negosiasi transfer semacam itu, tak jarang pemain merasa jengah dan resah, bahkan akhirnya sampai marah kepada klub lamanya. Tidak dengan Modric yang justru berterima kasih kepada Tottenham atas kebersamaan yang menyenangkan.

"Aku ingin berterima kasih kepada semua orang di Tottenham. Aku menghabiskan empat (tahun) yang indah di sana. Aku bersyukur tapi kini aku membuka halaman baru dalam hidupku," tutur Modric.
Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)

Sunday, August 26, 2012

Barca Dipuaskan Kemenangan Lewat Kerja Keras

Barca Dipuaskan Kemenangan Lewat Kerja Keras
 
Osasuna - Markas Osasuna selalu jadi tempat yang berat untuk Barcelona. Dalam lawatan teranyarnya, Barca bahkan harus tertinggal lebih dulu sebelum bisa menang melalui kerja keras.

Di Stadion El Sadar, Senin (27/8/2012) WIB, Barca mesti tertinggal lebih dulu dari Osasuna sebelum berhasil menyamakan kedudukan dan kemudian memastikan kemenangan 2-1.

Hasil dalam pertandingan tersebut menegaskan betapa El Sadar markas Osasuna memang tidak pernah mudah untuk dikunjungi oleh Barca.

"Kami tahu ini akan jadi laga sulit dan terkadang memang tak mudah membuat peluang. Tapi dengan kesempatan yang kami miliki kami tetap bisa menang meski kami tak tampil bagus," komentar Entrenador Barca Tito Vilanova di Football Espana.

"Anda harus memberi nilai tersendiri untuk kemenangan ini karena kami memiliki kemampuan untuk bangkit dalam permainan seperti ini. Di lapangan ini Anda tahu saat sedang tertinggal beratnya akan jadi dua kali lipat," lanjutnya.

Pernyataan Vilanova diamini oleh pemainnya, Pedro Rodriguez. Ia mengakui beratnya pertandingan tersebut kendati tak hilang keyakinan Barca pada akhirnya akan menang.

"Ini partai berat, untuk menang di sini selalu dibutuhkan usaha ekstra keras. Ini adalah sebuah kemenangan yang dipetik lewat kerja keras dan di atas segalanya, alasan kami senang adalah karena kami terus menunjukkan kemajuan."

"Kami selalu yakin kalau kami akan bisa kembali dan kami memiliki para pemain untuk melakukannya. Kami juga tidak beruntung tak bisa bikin gol di babak pertama, karena kedua gol lahir di paruh kedua. Keduanya dibuat Leo Messi yang bermain sangat bagus," kata Pedro. Sumber: detiksport

@BeritaSepakBolaDunia88. Salam Blogger Indonesia :)