RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

Sunday, June 24, 2012

Prandelli: Kami Main Bagus dan Layak Menang

Prandelli: Kami Main Bagus dan Layak Menang 

Kiev - Italia tampil relatif dominan sepanjang 120 menit laga, kendati gagal membobol gawang Inggris. Gli Azzurri pun memastikan kemenangan lewat adu penalti, hasil yang kemudian disambut dengan kepuasan oleh Cesare Prandelli.

Pada pertandingan yang berlangsung di Kiev Olympic Stadium, Senin (25/6/2012) dinihari WIB, Italia punya beberapa peluang bagus di babak pertama. Salah satunya adalah ketika tendangan Daniele De Rossi di menit ketiga membentur riang gawang.

Peluang De Rossi itu kemudian menjadi awal dari berbagai peluang-peluang lainnya. Italia melepaskan 36 tembakan sepanjang laga dan 20 di antaranya tepat sasaran. Sial bagi Italia, peluang-peluang yang mereka hasilkan tak kunjung mampu membobol gawang yang dikawal Joe Hart.

Tepat pada menit ke-115, pendukung Italia bersorak ketika umpan Alessandro Diamanti disambar oleh Antonio Nocerino yang berada di muka gawang Inggris.

Sundulan Nocerino masuk ke dalam gawang Inggris. Gol! Namun, gol tersebut dianulir lantaran Nocerino sudah berada dalam posisi offside.

Babak perpanjangan waktu berakhir dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti. Di sini, kemenangan Italia akhirnya ditentukan.

Andrea Pirlo unjuk kemampuan lewat eksekusi tendangan cungkilnya, Gianluigi Buffon melakukan satu penyelamatan, dan dua penendang Inggris; Ashley Young dan Ashley Cole gagal. Gli Azzurri akhirnya menggenggam tiket ke semifinal setelah menang 4-2.

Prandelli puas dengan hasil akhir yang didapat skuat arahannya. Ketegannya sepanjang pertandingan, hingga tampak dirinya berdiri atau berjongkok di ujung technical area, terbayar.

"Kami main bagus dan layak untuk menang," ujarnya seperti dilansir Reuters.
(dtc/roz) Sumber: detiksport

Jumpa Jerman, Italia Punya Rekor Bagus

Jumpa Jerman, Italia Punya Rekor Bagus 

Kiev - Italia boleh jadi akan berada pada posisi tidak diunggulkan saat bertemu Jerman. Namun, Gli Azzurri sebenarnya punya rekor pertemuan yang sangat baik tiap kali menghadapi Die Nationalmannschaft.

Italia baru saja memastikan lolos ke semifinal Piala Eropa 2012. Dalam laga perempatfinal yang dihelat di Kiev Olympic Stadium, Senin (25/6/2012) dinihari WIB, tim racikan Cesare Prandelli ini mengalahkan Inggris lewat adu penalti.

Selanjutnya, Italia akan menantang Jerman di Stadion Nasional, Warsawa, Kamis (28/6/2012). Jerman lebih dulu lolos usai memulangkan Yunani.

Kendati Jerman akan lebih diunggulkan, Italia layak untuk tak gentar. Pasalnya, mereka tak pernah kalah tiap kali berhadapan dengan Jerman di turnamen utama.

Dicatat Infostrada, Italia tak pernah kalah dari Jerman/Jerman Barat dalam tujuh pertemuan di Piala Dunia dan Piala Eropa. Mereka menang tiga kali dan imbang empat kali.

Pertemuan terakhir Italia dan Jerman di laga resmi adalah di semifinal Piala Dunia 2006. Saat itu, Italia mengalahkan Jerman yang berstatus tuan rumah dengan skor 2-0 lewat gol Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero di masa perpanjangan waktu.

Catatan pertemuan Italia dan Jerman di laga Piala Dunia/Piala Eropa:

Piala Dunia 1962: Jerman Barat 0-0 Italia
Piala Dunia 1970: Italia 4-3 Jerman Barat (AET)
Piala Dunia 1978: Italia 0-0 Jerman Barat
Piala Dunia 1982: Italia 3-1 Jerman Barat
Piala Eropa 1988: Jerman Barat 1-1 Italia
Piala Eropa 1996: Jerman 0-0 Italia
Piala Dunia 2006: Jerman 0-2 Italia (AET)
(dtc/mfi) Sumber: detiksport

Pirlo Komentari Tendangan Penaltinya

Pirlo Komentari Tendangan Penaltinya 

Kiev - Andrea Pirlo tampil oke sepanjang laga Italia vs Inggris. Kecemerlangannya itu diakhiri dengan sebuah tendangan penalti yang mengundang decak kagum.

Bukti okenya penampilan Pirlo adalah gelar man of the match yang dia dapat di akhir laga. Sejauh turnamen ini berjalan, gelandang berusia 33 tahun tersebut sudah menyumbang dua buah assist dan satu gol.

Menyoal tendangan penaltinya, Pirlo hanya berkomentar singkat. Menurutnya, akan lebih mudah membobol gawang Joe Hart jika ia melakukan tendangan dengan sedikit mencungkilnya.

Ia berlari-lari kecil sebelum melepaskan tendangan tersebut dengan kaki kanannya. Hart terkecoh, bola masuk ke tengah gawang yang dikawalnya.

"Saya melihat kiper membuat sebuah gerakan aneh. Jadi, saya tunggu dia sampai bergerak dan saya menendangnya seperti itu," ungkapnya seperti dilansir Football Italia.

"Lebih mudah untuk men-chip tendangan pada saat seperti itu. Mungkin, usaha yang saya lakukan sedikit memberikan beban kepada Inggris. Buktinya, Ashley Young gagal mengeksekusi penalti tepat setelah saya," lanjutnya.

Tendangan Pirlo mengingatkan orang-orang pada tendangan penalti Francesco Totti pada Piala Eropa 2000. Lebih jauh lagi, Antonin Panenka sudah lebih dulu melakukannya pada Piala Eropa 1976 kala memperkuat Cekoslowakia.

Italia menang 4-2 melalui babak adu penalti tersebut dan lolos ke semifinal. Di babak empat besar nanti, mereka akan menghadapi Jerman.
(dtc/roz) Sumber: detiksport

Buruknya Inggris di Adu Penalti

Buruknya Inggris di Adu Penalti 

Jakarta - Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2012 setelah kalah adu penalti dari Italia. Sepanjang sejarahnya, The Three Lions memang punya statistik sangat buruk di adu tos-tosan.

Skenario adu penalti mungkin merupakan jalan cerita yang dipilih Inggris saat berhadapan dengan Italia di perempatfinal Euro 2012. Sejak awal laga, anak didik Roy Hodgson terlihat bermain bertahan dengan menumpuk pemain di lini belakang.

Mungkin Inggris sudah punya persiapan khusus untuk adu penalti. Tapi toh mereka akhirnya menjadi pihak yang kalah. Kegagalan duo Ashley, Young dan Cole, yang membuat The Three Lions kalah dengan skor 2-4, kembali menegaskan akan sialnya Inggris di adu penalti.

Sejak tahun 1990, Inggris sudah terlibat dalam tujuh drama adu penalti. Dan dari seluruh kejadian tersebut mereka cuma sekali keluar jadi pemenang.

Satu-satunya kemenangan Inggris melalui adu penalti terjadi di Piala Eropa 1996. Kala itu di Wembley Stadium, Inggris menang 4-2 atas Spanyol di babak perempatfinal. Namun di semifinal kejuaraan yang sama Inggris kembali kena kutukan adu penalti, mereka kalah 5-6 atas Jerman, yang kemudian jadi juara.

Di Piala Dunia 1990, Inggris kalah 3-4 atas Jerman Barat di babak semifinal. Delapan tahun berselang di Prancis, kembali adu penalti yang menghentikan langkah Inggris. Kali ini mereka tunduk 3-4 atas Argentina dalam sebuah pertandingan penuh drama di babak 16 besar.

Masih di Piala Dunia, kali ini tahun 2006, langkah Inggris dihentikan adu tos-tosan. Di perempatfinal, Portugal menundukkan 'Tiga Singa' dengan kedudukan 1-3.

Italia sesungguhnya juga punya catatan buruk di adu penalti. Dari delapan kali adu tos-tosan terakhir di turnamen mayor, Azzurri cuma memetik tiga kemenangan.

Inggris di adu Penalti
Piala Dunia 1990 (semifinal) Jerman Barat 4 vs Inggris 3
Piala Eropa 1996 (perempatfinal) Inggris 4 vs Spanyol 2
Piala Eropa 1996 (semifinal) Jerman 6 vs Inggris 5
Piala Dunia 1998 (16 besar) Argentina 4 vs Inggris 3
Piala Eropa 2004 (perempatfinal) Portugal 5 vs Inggris 5
Piala Dunia 2006 (perempatfinal) Portugal 3 vs Inggris 1
Piala Eropa 2012 (perempatfinal) Italia 4 vs Inggris 2

Italia di adu penalti
Piala Eropa 1980 (babak ketiga) Czechoslovakia 9 vs Italia 8
Piala Dunia 1990 (semifinal) Argentina 4 vs Italia 3
PIala Dunia 1994 (final) Brasil 3 vs Italia 2
Piala Dunia 1998 (perempatfinal) Prancis 4 vs Italia 3
Piala Eropa 2000 (semifinal) Italia 3 vs Belanda 1
Piala Dunia 2006 (final) Italia 5 vs Prancis 3
Piala Eropa 2008 (perempatfinal) Spanyol 4 vs Italia 2
Piala Eropa 2012 (perempatfinal) Italia 4 vs Inggris 2

* tim pemenang adu penalti dicetak tebal
(dtc/din) Sumber: detiksport

Gerrard Sebut Inggris Tak Beruntung

Gerrard Sebut Inggris Tak Beruntung 

Kiev - Steven Gerrard tak bisa menutupi kekecewaannya setelah Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2012. Kapten The Three Lions ini menyebut timnya tak beruntung dalam adu penalti melawan Italia.

Saat bertemu Italia di Kiev Olympic Stadium, Senin (25/6/2012) dinihari WIB, Inggris sebenarnya masih dinaungi dewi fortuna di waktu normal 90 menit. Meski lawan melancarkan serangan bertubi-tubi, gawang Joe Hart tetap perawan.

Begitu juga di masa extra time. Italia tetap tak bisa mencetak gol meski punya banyak peluang.

Namun, Inggris tak lagi memiliki keberuntungan semacam itu dalam adu penalti. Ashley Young dan Ashley Cole gagal menjalankan tugasnya dan membuat tim asuhan Roy Hodgson ini kalah 2-4.

"Saya pikir di waktu ini dalam adu penalti kami akan mendapatkan keberuntungan yang kami butuhkan, tapi ternyata tidak," ucap Gerrard yang dikutip Sky Sports.

Inggris sebenarnya sempat dalam posisi bagus saat eksekusi Riccardo Montolivo melebar. Namun, mereka tak bisa memaksimalkannya karena tendangan Young mengenai mistar dan sepakan Cole ditangkap Gianluigi Buffon.

"Dalam adu penalti, saat Anda unggul Anda akan berdoa supaya tim Anda menang. Namun, kredit untuk Italia, mereka adalah tim fantastis dan mereka mendapatkan sedikit keberuntungan dalam adu penalti," kata Gerrard.

"Para pemain belakang malam ini bermain fantastis dan semua pemain sangat hebat dalam latihan. Tiap kali kami bermain kami membuat negara kami bangga, namun kami akan pulang dengan patah hati dan ini sulit," akunya.
(dtc/mfi) Sumber: detiksport

Walcott: Inggris Akan Lebih Kuat Tahun Depan

Walcott: Inggris Akan Lebih Kuat Tahun Depan 

Kiev - Pemain Inggris, Theo Walcott, mengakui bahwa Italia tampil sangat baik saat mengalahkan timnya. Setelah gagal di Piala Eropa, Walcott meyakini The Three Lions akan makin kuat di masa mendatang.

Perjalanan Inggris di Piala Eropa 2012 cuma sampai babak perempatfinal. Menghadapi Italia, tim asuhan Roy Hodgson ini kalah 2-4 dalam adu penalti setelah selama 120 menit mampu menahan gempuran bertubi-tubi dari Gli Azzurri.

"Pemain-pemain Italia menampilkan sepakbola yang hebat dan membuat kami kesulitan menyerang. Tapi, itu tak berarti dan ini cara tersingkir yang kejam. Anak-anak bisa bangga sudah melaju sejauh ini," kata Walcott kepada BBC.

"Kami gagal bikin gol di menit-menit awal dan (Gianluigi) Buffon membuat sejumlah penyelamatan kelas dunia. Kami beberapa kali dinaungi keberuntungan, tapi malam ini tidak," tambah winger Arsenal ini.

Setelah gelaran Piala Eropa ini, tantangan berikutnya untuk Inggris adalah kualifikasi Piala Dunia 2014. Tergabung di Grup H, mereka akan bersaing dengan Ukraina, Montenegro, Polandia, Moldova, dan San Marino. Walcott mengaku sudah tak sabar untuk bertarung di ajang ini.

"Bawa ke sini kualifikasi Piala Dunia. Kami akan jauh lebih kuat tahun depan," ujarnya.
(dtc/mfi) Sumber: detiksport

Spanyol Terancam Kelelahan

Spanyol Terancam Kelelahan

Gniewino - Spanyol akan menghadapi ujian berat dalam usahanya mempertahankan gelar di Piala Eropa. Bukan cuma harus mengalahkan lawan-lawan tangguh, La Furia Roja juga dihadapkan pada kondisi fisik yang terkuras.

Kelelahan yang dirasakan Spanyol bukan semata karena pertandingan saja. Tim asuhan Vicente del Bosque ini juga terkendala jauhnya jarak stadion dengan basecamp mereka.

Di babak grup, Spanyol memang belum merasakan masalah ini. Pasalnya, mereka memainkan tiga pertandingan di Gdansk, yang berjarak 57 km dari markas mereka di Gniewino, bagian utara Polandia.

Masalah baru muncul setelah mereka melakoni babak perempatfinal kontra Prancis di Donetsk, Ukraina, Sabtu (23/6/2012). Sebagai informasi, jarak Gniewino ke Donetsk adalah sekitar 900 km dan harus ditempuh dalam waktu tiga jam penerbangan.

Dengan jarak sejauh itu, Spanyol sudah harus kembali ke Donetsk lagi pada Rabu (27/6/2012) mendatang untuk meladeni Portugal di babak semifinal. Artinya, masa pemulihan mereka kurang dari empat hari.

Masalah lainnya adalah soal iklim yang berbeda antara markas Spanyol dengan stadion tempat mereka bertanding. Wilayah Polandia Utara saat ini berhawa sejuk, sementara Donetsk panas dan cukup menyesakkan. Atas alasan ini pula, Spanyol memutuskan untuk tidak bertahan di Donetsk setelah laga kontra Prancis.

Portugal tidak merasakan masalah semacam ini. Markas mereka, Opalenica, berjarak tidak terlalu jauh dari lokasi pertandingan perempatfinal kontra Republik Ceko di Warsawa. Selain itu, A Seleccao das Quinas juga punya waktu istirahat dua hari lebih banyak daripada Spanyol.

Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, juga memikirkan masalah kelelahan yang mungkin dirasakan oleh anak buahnya.

"Kami kembali dari pertandingan (melawan Prancis) dalam kondisi sangat lelah," aku Del Bosque seperti dikutip AFP.

"Kami akan memulihkan diri dengan baik, tapi perbedaan waktu bermain selama 48 jam dengan lawan kami adalah sedikit masalah. Kami menderita dalam cuaca panas dan itu menyulitkan pemain," tambahnya.

Mungkin yang cukup melegakan buat Del Bosque adalah tidak adanya pemainnya yang cedera. Selain itu, tak satu pun pemain yang terkena skorsing kartu.
(dtc/mfi) Sumber: detiksport