Sepatu Emas untuk Torres
Kiev - Ada enam pemain yang mencetak tiga gol di Piala Eropa kali ini. Tapi yang berhak mendapat Golden Boot adalah penyerang Spanyol, Fernando Torres.
Selain Torres, ada nama Mario Gomez, Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristianor Ronaldo dan Alan Dzagoev. Sebelum laga final di Olympic Stadion Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Torres tak banyak dijagokan untuk menjadi topskorer dan meraih Golden Boot.
Pasalnya Torres jarang dipasang sebagai starter dan baru dua kali ia melakukannya, yakni di laga kontra Republik Irlandia serta Kroasia. Selebihnya pemain berjuluk El Nino itu banyak diturunkan sebagai pemain cadangan.
Namun, satu gol ke gawang Gianluigi Buffon di laga yang berkesudahan 4-0 untuk Spanyol plus satu umpannya ke Juan Mata, sudah cukup mengantarkan pemain 28 tahun itu untuk merebut Golden Boot.
Aturan UEFA menyebut jika ada lebih dari satu pemain yang mencetak jumlah gol sama, maka yang pertama dilihat adalah jumlah assist kemudian lama bermain. Dalam hal ini Torres dan Gomez sama-sama punya satu assist.
Tapi dari menit bermain kedua pemain, Torres melakukannya dalam waktu 189 menit atau 81 menit lebih sedikit daripada Gomez (280). Alhasil Torres pun berhak mendapatkan Sepatu Emas.
Bagi Spanyol prestasi ini seakan meneruskan apa yang mereka lakukan empat tahun lalu ketika David Villa meraih Golden Boot dengan empat gol. Rekor gol terbanyak dalam satu turnamen Piala Eropa sampai sekarang masih dipegang Michel Platini dengan 9 gol pada Piala Eropa 1984.
Daftar Topskorer Piala Eropa 2012
3
Fernando Torres (Spanyol)
Mario Gomez (Germany)
Mario Balotelli (Italia)
Cristiano Ronaldo (Portugal)
Alan Dzagoev (Rusia)
Mario Mandzukic (Kroasia)
2
Nicklas Bendtner (Denmark)
Cesc Fabregas (Spanyol)
Zlatan Ibrahimovic (Swedia)
Petr Jiracek (Republik Ceko)
Michael Krohn-Dehli (Denmark)
Vaclav Pilar (Republik Ceko)
Dimitris Salpingidis (Yunani)
Andriy Shevchenko (Ukraina)
Xabi Alonso (Spanyol)
David Silva (Spanyol)
(dtc/mrp) Sumber: detiksport
Monday, July 2, 2012
Ini Dia Team of the Tournament Piala Eropa 2012
Ini Dia Team of the Tournament Piala Eropa 2012
Nyon - UEFA baru saja mengumumkan pemain-pemain yang masuk team of the tournament Piala Eropa 2012. Tim juara, Spanyol, paling banyak menyumbangkan pemainnya di tim ini.
UEFA memilih 23 pemain untuk masuk ke team of the tournament ini. Tiga berposisi kiper, enam bek, sembilan gelandang, dan lima penyerang.
Di antara 23 pemain itu, sepuluh di antaranya adalah pemain Spanyol. Italia dan Jerman menyumbangkan empat pemain, Portugal tiga, Inggris dan Swedia satu.
Di posisi kiper, yang terpilih adalah Gianluigi Buffon, Iker Casillas, dan Manuel Neuer. Mereka akan dilindungi oleh Gerard Pique, Fabio Coentrao, Philipp Lahm, Pepe, Sergio Ramos, dan Jordi Alba.
Lini tengah akan diisi oleh gelandang-gelandang andal semacam Daniele De Rossi, Steven Gerrard, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sami Khedira, Sergio Busquets, Mesut Oezil, Andrea Pirlo, dan Xabi Alonso.
Cesc Fabregas memang lebih dikenal sebagai seorang pemain tengah. Namun, karena perannya sebagai "false 9" untuk Spanyol, dia dimasukkan oleh UEFA ke posisi penyerang bersama Mario Balotelli, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, dan David Silva.
Team of the tournament pilihan UEFA di Piala Eropa 2012:
Kiper: Gianluigi Buffon (Italia), Iker Casillas (Spanyol), dan Manuel Neuer (Jerman)
Bek: Gerard Pique (Spanyol), Fabio Coentrao (Portugal), Philipp Lahm (Jerman), Pepe (Portugal), Sergio Ramos (Spanyol), Jordi Alba (Spanyol)
Gelandang: Daniele De Rossi (Italia), Steven Gerrard (Inggris), Xavi Hernandez (Spanyol), Andres Iniesta (Spanyol), Sami Khedira (Jerman), Sergio Busquets (Spanyol), Mesut Oezil (Jerman), Andrea Pirlo (Italia), Xabi Alonso (Spanyol)
Penyerang: Cesc Fabregas (Spanyol), Mario Balotelli (Italia), Cristiano Ronaldo (Portugal), Zlatan Ibrahimovic (Swedia), David Silva (Spanyol)
Foto: Cesc Fabregas, Andrea Pirlo, Daniele De Rossi, dan Gerard Pique. Empat pemain yang masuk team of the tournament di Piala Eropa 2012. (Reuters).
(dtc/mfi) Sumber: detiksport
Nyon - UEFA baru saja mengumumkan pemain-pemain yang masuk team of the tournament Piala Eropa 2012. Tim juara, Spanyol, paling banyak menyumbangkan pemainnya di tim ini.
UEFA memilih 23 pemain untuk masuk ke team of the tournament ini. Tiga berposisi kiper, enam bek, sembilan gelandang, dan lima penyerang.
Di antara 23 pemain itu, sepuluh di antaranya adalah pemain Spanyol. Italia dan Jerman menyumbangkan empat pemain, Portugal tiga, Inggris dan Swedia satu.
Di posisi kiper, yang terpilih adalah Gianluigi Buffon, Iker Casillas, dan Manuel Neuer. Mereka akan dilindungi oleh Gerard Pique, Fabio Coentrao, Philipp Lahm, Pepe, Sergio Ramos, dan Jordi Alba.
Lini tengah akan diisi oleh gelandang-gelandang andal semacam Daniele De Rossi, Steven Gerrard, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sami Khedira, Sergio Busquets, Mesut Oezil, Andrea Pirlo, dan Xabi Alonso.
Cesc Fabregas memang lebih dikenal sebagai seorang pemain tengah. Namun, karena perannya sebagai "false 9" untuk Spanyol, dia dimasukkan oleh UEFA ke posisi penyerang bersama Mario Balotelli, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, dan David Silva.
Team of the tournament pilihan UEFA di Piala Eropa 2012:
Kiper: Gianluigi Buffon (Italia), Iker Casillas (Spanyol), dan Manuel Neuer (Jerman)
Bek: Gerard Pique (Spanyol), Fabio Coentrao (Portugal), Philipp Lahm (Jerman), Pepe (Portugal), Sergio Ramos (Spanyol), Jordi Alba (Spanyol)
Gelandang: Daniele De Rossi (Italia), Steven Gerrard (Inggris), Xavi Hernandez (Spanyol), Andres Iniesta (Spanyol), Sami Khedira (Jerman), Sergio Busquets (Spanyol), Mesut Oezil (Jerman), Andrea Pirlo (Italia), Xabi Alonso (Spanyol)
Penyerang: Cesc Fabregas (Spanyol), Mario Balotelli (Italia), Cristiano Ronaldo (Portugal), Zlatan Ibrahimovic (Swedia), David Silva (Spanyol)
Foto: Cesc Fabregas, Andrea Pirlo, Daniele De Rossi, dan Gerard Pique. Empat pemain yang masuk team of the tournament di Piala Eropa 2012. (Reuters).
(dtc/mfi) Sumber: detiksport
Iniesta Pemain Terbaik Piala Eropa 2012
Iniesta Pemain Terbaik Piala Eropa 2012
Kiev - UEFA telah menetapkan pemain terbaik Piala Eropa 2012. Terpilih sebagai Best Player of the Tournament adalah gelandang serang Spanyol, Andres Iniesta.
Demikian diumumkan UEFA hari ini, Senin (2/7/2012), setelah EURO berakhir dinihari tadi, dengan Spanyol tampil sebagai juara usai menundukkan Italia 4-0 di final di Kiev, Ukraina.
Iniesta, yang menjadi man of the match di laga tersebut, dipilih sebagai pemain terbaik berdasarkan keputusan yang dibuat oleh tim teknis UEFA yang terdiri dari 11 orang.
Pemain berusia 28 tahun itu tidak mencetak gol, membuat satu assist, dan tiga kali menjadi man of the match. Sebelum final ia menjadi pemain terbaik di laga Spanyol versus Italia (babak grup) dan Spanyol kontra Kroasia.
"Andrea Pirlo luar biasa untuk Italia, Xavi memenangi penghargaan ini di Piala Eropa 2008 dan bisa saja meraihnya lagi. Xabi Alonso juga sangat menawan, tapi Iniesta mengirim sebuah pesan tentang menjadi kreatif dan menentukan, dan dia luar biasa sepanjang turnamen," tutur ketua tim teknis UEFA, Andy Roxburgh.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport
Kiev - UEFA telah menetapkan pemain terbaik Piala Eropa 2012. Terpilih sebagai Best Player of the Tournament adalah gelandang serang Spanyol, Andres Iniesta.
Demikian diumumkan UEFA hari ini, Senin (2/7/2012), setelah EURO berakhir dinihari tadi, dengan Spanyol tampil sebagai juara usai menundukkan Italia 4-0 di final di Kiev, Ukraina.
Iniesta, yang menjadi man of the match di laga tersebut, dipilih sebagai pemain terbaik berdasarkan keputusan yang dibuat oleh tim teknis UEFA yang terdiri dari 11 orang.
Pemain berusia 28 tahun itu tidak mencetak gol, membuat satu assist, dan tiga kali menjadi man of the match. Sebelum final ia menjadi pemain terbaik di laga Spanyol versus Italia (babak grup) dan Spanyol kontra Kroasia.
"Andrea Pirlo luar biasa untuk Italia, Xavi memenangi penghargaan ini di Piala Eropa 2008 dan bisa saja meraihnya lagi. Xabi Alonso juga sangat menawan, tapi Iniesta mengirim sebuah pesan tentang menjadi kreatif dan menentukan, dan dia luar biasa sepanjang turnamen," tutur ketua tim teknis UEFA, Andy Roxburgh.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport
Yang Terbaik dari El Ilusionista
Yang Terbaik dari El Ilusionista
Kiev - Bukan Xavi Hernandez, bukan pula Cesc Fabregas, atau pemain lain. Pemain terbaik pada laga final tadi malam adalah pembuat magis lainnya, sang pembuat ilusi; Andres Iniesta.
El Ilusionista, demikian Iniesta dijuluki. Ia mendapatkannya lantaran kemampuannya bermain di banyak posisi, seperti menciptakan "ilusi" di lapangan. Apa yang dilakukannya mirip tandem sehatinya di lini tengah, Xavi Hernandez. Jika Iniesta adalah si pembuat ilusi, maka Xavi adalah penarik benang-benang halus yang tidak terlihat; sang puppet master; sang pengatur.
Mantan pelatihnya di Barcelona, Frank Rijkaard, menyaksikan sendiri kebisaannya itu. Ia memainkan Iniesta sebagai pemain sayap, gelandang tengah, di belakang striker, dan lainnya. Semuanya selalu berakhir dengan kepuasan untuk Rijkaard. Iniesta sukses menciptakan ilusi mengenai di mana sebenarnya posisi aslinya. Apa yang ia lakukan mirip-mirip dengan pemain serba-bisa dari Barca lainnya, Ivan De La Pena, yang talentanya dengan suka hati dipuji mendiang Bobby Robson.
Selain kepintarannya bermain di banyak posisi, Iniesta juga kerap dikenal dengan kemampuannya menggiring bola. Untuk yang satu ini, ia bahkan dinilai lebih baik dari Xavi. Iniesta kerap melakukan tusukan ke dalam kotak penalti dengan membawa bola di kakinya. Sebuah hal yang relatif jarang dilakukan oleh Xavi.
Tapi, ini bukan soal Xavi. Ini soal Iniesta. Sejak awal perhelatan Piala Eropa, dan orang-orang memperhatikan permainannya, Iniesta langsung digadang-gadang menjadi calon pemain terbaik dari turnamen tersebut. Iniesta adalah salah satu gelandang yang tampil impresif, seperti halnya juga Xavi, dan Andrea Pirlo di kubu Italia.
Tapi, Pirlo gagal bersinar di final. Ia mati oleh pressing ketat yang--tanpa diduga--kebanyakan dilakukan oleh Xavi. Sedangkan Iniesta membentuk trio di depan bersama Fabregas dan David Silva. Hasil akhir: Italia sulit untuk berkutik. Cedera Thiago Motta di babak kedua kemudian menambah parah dan akhirnya Spanyol menang empat gol tanpa balas.
Iniesta melepaskan 78 operan dalam pertandingan puncak itu. Dari total jumlah tersebut, 57 di antaranya sukses, dan satu di antaranya menjadi awal dari kemenangan Spanyol. Umpan terobosannya diterima Fabregas, sebelum nama yang disebut terakhir ini mengirim umpan yang menjadi assist atas gol dari Silva.
"Kami berada di sini tidak untuk mengatakan sepakbola kami lebih baik dari sepakbola orang lain. Tapi, hari ini kami menunjukkan bahwa kami berada di level tertinggi dan bermain jujur dengan gaya kami sendiri. Itu unik, itu seperti sihir; sesuatu yang tak bisa diulang lagi," ujar Iniesta.
Unik dan magis, sesuatu yang sebenarnya berhasil diciptakan oleh dirinya juga. Kini, apa yang ia ingin-inginkan telah tercapai: mengangkat trofi bersama rekan-rekan lainnya. Sebuah hal yang menurutnya lebih berharga ketimbang menjadi pemain terbaik turnamen.
(dtc/roz) Sumber: detiksport
Kiev - Bukan Xavi Hernandez, bukan pula Cesc Fabregas, atau pemain lain. Pemain terbaik pada laga final tadi malam adalah pembuat magis lainnya, sang pembuat ilusi; Andres Iniesta.
El Ilusionista, demikian Iniesta dijuluki. Ia mendapatkannya lantaran kemampuannya bermain di banyak posisi, seperti menciptakan "ilusi" di lapangan. Apa yang dilakukannya mirip tandem sehatinya di lini tengah, Xavi Hernandez. Jika Iniesta adalah si pembuat ilusi, maka Xavi adalah penarik benang-benang halus yang tidak terlihat; sang puppet master; sang pengatur.
Mantan pelatihnya di Barcelona, Frank Rijkaard, menyaksikan sendiri kebisaannya itu. Ia memainkan Iniesta sebagai pemain sayap, gelandang tengah, di belakang striker, dan lainnya. Semuanya selalu berakhir dengan kepuasan untuk Rijkaard. Iniesta sukses menciptakan ilusi mengenai di mana sebenarnya posisi aslinya. Apa yang ia lakukan mirip-mirip dengan pemain serba-bisa dari Barca lainnya, Ivan De La Pena, yang talentanya dengan suka hati dipuji mendiang Bobby Robson.
Selain kepintarannya bermain di banyak posisi, Iniesta juga kerap dikenal dengan kemampuannya menggiring bola. Untuk yang satu ini, ia bahkan dinilai lebih baik dari Xavi. Iniesta kerap melakukan tusukan ke dalam kotak penalti dengan membawa bola di kakinya. Sebuah hal yang relatif jarang dilakukan oleh Xavi.
Tapi, ini bukan soal Xavi. Ini soal Iniesta. Sejak awal perhelatan Piala Eropa, dan orang-orang memperhatikan permainannya, Iniesta langsung digadang-gadang menjadi calon pemain terbaik dari turnamen tersebut. Iniesta adalah salah satu gelandang yang tampil impresif, seperti halnya juga Xavi, dan Andrea Pirlo di kubu Italia.
Tapi, Pirlo gagal bersinar di final. Ia mati oleh pressing ketat yang--tanpa diduga--kebanyakan dilakukan oleh Xavi. Sedangkan Iniesta membentuk trio di depan bersama Fabregas dan David Silva. Hasil akhir: Italia sulit untuk berkutik. Cedera Thiago Motta di babak kedua kemudian menambah parah dan akhirnya Spanyol menang empat gol tanpa balas.
Iniesta melepaskan 78 operan dalam pertandingan puncak itu. Dari total jumlah tersebut, 57 di antaranya sukses, dan satu di antaranya menjadi awal dari kemenangan Spanyol. Umpan terobosannya diterima Fabregas, sebelum nama yang disebut terakhir ini mengirim umpan yang menjadi assist atas gol dari Silva.
"Kami berada di sini tidak untuk mengatakan sepakbola kami lebih baik dari sepakbola orang lain. Tapi, hari ini kami menunjukkan bahwa kami berada di level tertinggi dan bermain jujur dengan gaya kami sendiri. Itu unik, itu seperti sihir; sesuatu yang tak bisa diulang lagi," ujar Iniesta.
Unik dan magis, sesuatu yang sebenarnya berhasil diciptakan oleh dirinya juga. Kini, apa yang ia ingin-inginkan telah tercapai: mengangkat trofi bersama rekan-rekan lainnya. Sebuah hal yang menurutnya lebih berharga ketimbang menjadi pemain terbaik turnamen.
(dtc/roz) Sumber: detiksport
SPANYOL JUARA EROPA 2012
SPANYOL JUARA EROPA 2012
Spanyol menang telak 4-0 atas Italia dalam laga final yang berlangsung di Kiev Olympic Stadium, Senin (2/7/2012) dinihari WIB. Keempat gol tim 'Matador' itu dilesakkan oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.
Kesuksesan punggawa timnas Spanyol mengangkat trofi Henry Delaunay ini menjadikan karir Del Bosque sebagai pelatih lengkap. Sebelum laga, gelar juara Piala Eropa merupakan salah satu piala utama yang belum pernah diraih oleh pelatih berusia 61 tahun itu.
Spanyol berhasil mempertahankan gelar sebagai juara Eropa 2012. Hasil itu diperoleh La Furia Roja setelah di final mengalahkan Italia dengan skor telak 4-0.
Bertanding di Olympic Stadium, Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Spanyol lebih mendominasi permainan sejak awal pertandingan.
Statistik UEFA mencatat skuad besutan Vicente del Bosque ini memiliki penguasaan bola sebesar 52 persen dengan total 14 kali tembakan yang sembilan di antaranya mengarah ke gawang dan empat berujung gol. Sedangkan Italia 11 kali menembak dengan enam mengarah ke gawang.
Gol pembuka Spanyol dibuat David Silva pada menit 14 sebelum digandakan oleh Jordi Alba empat menit menjelang turun minum. Saat tertinggal cukup jauh, Italia justru kehilangan Thiago Motta yang cedera sehingga harus bermain dengan 10 pemain.
Walhasil, Spanyol pun lebih leluasa menambah pundi-pundi golnya. Dua pemain pengganti Fernando Torres dan Juan Mata sukses melengkapi kemenangan lewat gol-golnya di menit 84 dan 88.
Titel juara Eropa ini adalah yang ketiga diperoleh Spanyol sepanjang sejarahnya. Sebelumnya, El Matador sukses meraihnya pada 1964 dan 2008.
Jalannya Pertandingan
Ancaman pertama Spanyol tercipta di menit kedelapan. Berawal dari sepak pojok, Sergio Ramos menanduk bola tapi masih melambung.
Xavi! Dua menit berselang, Spanyol melakukan serangan berbahaya. Lewat kombinasinya dengan Cesc Fabregas, Xavi memperoleh bola di luar kotak dan melakukan sepakan yang tipis saja melambung di atas mistar gawang Italia.
Upaya Spanyol akhirnya berbuah di menit 14 lewat David Silva. Menerima umpan terobosan dari tengah, Cesc Fabregas membawa bola hingga ke garis gawang sebelum dari melepas umpan dari sudut sempit untuk disundul oleh Silva.
Italia melakukan serangan balasan. Usai Xavi kehilangan bola, Daniele de Rossi mengirim bola ke depan yang diteirma Antonio Cassano. Dengan cerdik Cassano mengecok Alvaro Arbeloa untuk melakukan tembakan tapi belum menguji Iker Casillas.
Gelombang serangan Italia terus mengalir. Casillas harus menghalau tusukan Cassano sedangkan tendangan Mario Balotelli masih jauh melambung.
Gol! Spanyol kini unggul 2-0 di menit 41. Dari umpan terobosan yang dikirimkan Xavi, Jordi Alba menusuk ke tengah sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang tidak mampu dihalau Buffon.
Di sisa waktu babak pertama berakhir, tidak ada gol lain yang tercipta. Skor sementara Spanyol memimpin 2-0 atas Italia.
Italia menggantikan Cassano dengan Antonio Di Natale di jeda pertandingan. Sang pemain pengganti langsung memberikan dampak lewat sundulannya yang menyambut bola sepak pojok tipis saja melambung di atas gawang Spanyol.
Gawang Italia terancam. Pergerakan Fabregas di dalam kotak menciptakan kemelut namun bola bisa diamankan sebelum disambar Silva.
Tak lama berselang, pemain Spanyol melakukan klaim penalti setelah bola tandukan Ramos mengenai lengan Leonardo Bonucci. Wasit tidak menggubris, permainan terus berlanjut.
Penyelamatan gemilang dari Casillas di menit 51. Dari sisi kiri, Di Natale melepas tembakan mendatar ke arah gawang tapi dengan sigap Casillas menjatuhkan badannya untuk menyelamatkan gawangnya.
Masalah bertambah buat Italia. Tidak hanya harus mengejar ketinggalannya, mereka kini bermain dengan 10 orang karena Thiago Motta mengalami cedera padahal seluruh jatah pergantian pemain.
Setelah cukup lama tak ada peluang berarti, Spanyol nyaris menambah pundi-pundi golnya di menit 79. Umpan silang Alba diterima Pedro namun sontekannya melebar. Lagipula si pemain sudah terjebak dalam posisi offside lebih dahulu.
Perolehan gol Spanyol bertambah dalam selang waktu empat menit. Di menit 84, Torres membuat skor menjadi 3-0 lewat assist Xavi sedangkan Juan Mata melengkapi kemenangan sang juara bertahan menjadi 4-0 setelah menerima umpan Torres.
Susunan Pemain:
SPANYOL: Casillas; Arbeloa, Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 59'), Fabregas (Torres), Iniesta (Mata 86')
ITALIA: Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Motta 56'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46')
Spanyol menang telak 4-0 atas Italia dalam laga final yang berlangsung di Kiev Olympic Stadium, Senin (2/7/2012) dinihari WIB. Keempat gol tim 'Matador' itu dilesakkan oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.
Kesuksesan punggawa timnas Spanyol mengangkat trofi Henry Delaunay ini menjadikan karir Del Bosque sebagai pelatih lengkap. Sebelum laga, gelar juara Piala Eropa merupakan salah satu piala utama yang belum pernah diraih oleh pelatih berusia 61 tahun itu.
Spanyol berhasil mempertahankan gelar sebagai juara Eropa 2012. Hasil itu diperoleh La Furia Roja setelah di final mengalahkan Italia dengan skor telak 4-0.
Bertanding di Olympic Stadium, Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Spanyol lebih mendominasi permainan sejak awal pertandingan.
Statistik UEFA mencatat skuad besutan Vicente del Bosque ini memiliki penguasaan bola sebesar 52 persen dengan total 14 kali tembakan yang sembilan di antaranya mengarah ke gawang dan empat berujung gol. Sedangkan Italia 11 kali menembak dengan enam mengarah ke gawang.
Gol pembuka Spanyol dibuat David Silva pada menit 14 sebelum digandakan oleh Jordi Alba empat menit menjelang turun minum. Saat tertinggal cukup jauh, Italia justru kehilangan Thiago Motta yang cedera sehingga harus bermain dengan 10 pemain.
Walhasil, Spanyol pun lebih leluasa menambah pundi-pundi golnya. Dua pemain pengganti Fernando Torres dan Juan Mata sukses melengkapi kemenangan lewat gol-golnya di menit 84 dan 88.
Titel juara Eropa ini adalah yang ketiga diperoleh Spanyol sepanjang sejarahnya. Sebelumnya, El Matador sukses meraihnya pada 1964 dan 2008.
Jalannya Pertandingan
Ancaman pertama Spanyol tercipta di menit kedelapan. Berawal dari sepak pojok, Sergio Ramos menanduk bola tapi masih melambung.
Xavi! Dua menit berselang, Spanyol melakukan serangan berbahaya. Lewat kombinasinya dengan Cesc Fabregas, Xavi memperoleh bola di luar kotak dan melakukan sepakan yang tipis saja melambung di atas mistar gawang Italia.
Upaya Spanyol akhirnya berbuah di menit 14 lewat David Silva. Menerima umpan terobosan dari tengah, Cesc Fabregas membawa bola hingga ke garis gawang sebelum dari melepas umpan dari sudut sempit untuk disundul oleh Silva.
Italia melakukan serangan balasan. Usai Xavi kehilangan bola, Daniele de Rossi mengirim bola ke depan yang diteirma Antonio Cassano. Dengan cerdik Cassano mengecok Alvaro Arbeloa untuk melakukan tembakan tapi belum menguji Iker Casillas.
Gelombang serangan Italia terus mengalir. Casillas harus menghalau tusukan Cassano sedangkan tendangan Mario Balotelli masih jauh melambung.
Gol! Spanyol kini unggul 2-0 di menit 41. Dari umpan terobosan yang dikirimkan Xavi, Jordi Alba menusuk ke tengah sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang tidak mampu dihalau Buffon.
Di sisa waktu babak pertama berakhir, tidak ada gol lain yang tercipta. Skor sementara Spanyol memimpin 2-0 atas Italia.
Italia menggantikan Cassano dengan Antonio Di Natale di jeda pertandingan. Sang pemain pengganti langsung memberikan dampak lewat sundulannya yang menyambut bola sepak pojok tipis saja melambung di atas gawang Spanyol.
Gawang Italia terancam. Pergerakan Fabregas di dalam kotak menciptakan kemelut namun bola bisa diamankan sebelum disambar Silva.
Tak lama berselang, pemain Spanyol melakukan klaim penalti setelah bola tandukan Ramos mengenai lengan Leonardo Bonucci. Wasit tidak menggubris, permainan terus berlanjut.
Penyelamatan gemilang dari Casillas di menit 51. Dari sisi kiri, Di Natale melepas tembakan mendatar ke arah gawang tapi dengan sigap Casillas menjatuhkan badannya untuk menyelamatkan gawangnya.
Masalah bertambah buat Italia. Tidak hanya harus mengejar ketinggalannya, mereka kini bermain dengan 10 orang karena Thiago Motta mengalami cedera padahal seluruh jatah pergantian pemain.
Setelah cukup lama tak ada peluang berarti, Spanyol nyaris menambah pundi-pundi golnya di menit 79. Umpan silang Alba diterima Pedro namun sontekannya melebar. Lagipula si pemain sudah terjebak dalam posisi offside lebih dahulu.
Perolehan gol Spanyol bertambah dalam selang waktu empat menit. Di menit 84, Torres membuat skor menjadi 3-0 lewat assist Xavi sedangkan Juan Mata melengkapi kemenangan sang juara bertahan menjadi 4-0 setelah menerima umpan Torres.
Susunan Pemain:
SPANYOL: Casillas; Arbeloa, Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 59'), Fabregas (Torres), Iniesta (Mata 86')
ITALIA: Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Motta 56'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46')
Saturday, June 30, 2012
Cara Baru Mengecek PageRank Blog
ini cara cek page rank mudah tanpa instal dengan klik link dibawah ini kamu langsung tau page rank blog kamuu ayoo tunggu apa lagi silahkan klik link ini lalu ikuti langkah di bawah ini :
nah buat yang mau tukar link sama blog ini silahkan klik disini silahkan pasang link saya di blog kamu dan kasih konfirmasi ke saya. saya pasti pasang link blog sobat. . semoga kita bisa bersama sama menaikkan page rank blog kita dengan saling membantu dengan cara bertukar link dengan blog lain.. terima kasih
komentar nya gan???
- tuliskan alamat blog kamu di kolom check Pagerank
- setelah itu langsung saja click tombol check PR
- nahh sekarang kamu sudah tau page rank kamu berapa.
- selesai
nah buat yang mau tukar link sama blog ini silahkan klik disini silahkan pasang link saya di blog kamu dan kasih konfirmasi ke saya. saya pasti pasang link blog sobat. . semoga kita bisa bersama sama menaikkan page rank blog kita dengan saling membantu dengan cara bertukar link dengan blog lain.. terima kasih
komentar nya gan???
Prediksi Bola Spanyol vs Italia FINAL EURO 2012
Prediksi Spanyol vs Italia (FINAL)
Senin, 2 Juli 2012, pukul 01.45 WIB, NSK Olimpijs’kyj, Kiev
** Spanyol berhasil ke final EURO 2012 setelah mengalahkan Portugal melalui adu penalti setelah pada 120 menit awal mereka bermain imbang 0 – 0, dan pada babak adu penalti, Spanyol menang 4-2.
- Italia berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2 – 1 pada babak semi-final EURO 2012 berkat dua gol Mario Balotelli di babak pertama. Sementara gol balasan dari Jerman dicetak oleh Mesut Ozil dari titik penalti di akhir babak kedua.
- Dari 15 pertandingan kualifikasi maupun babak EURO 2012 dimulai, Italia belum pernah mengalami kekalahan, dan baru kebobolan 5 gol.
- Italia hanya mampu memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhir mereka, termasuk ketika mengalahkan Jerman dengan skor 1 – 2.
- Christian Maggio sudah dapat bermain pada laga ini, setelah menjalani akumulasi kartu.
- Buffon, Cassano, Pirlo, Chiellini, Barzagli, De Rossi, Di Natale, De Sanctis sebelumnya pernah membela timnas Italia di EURO sebelumnya.
- Rekor Spanyol dari 30 pertemuan melawan Italia adalah menang delapan kali, imbang 12 kali, dan kalah 10 kali. Sebanyak tujuh kemenangan Spanyol atas Italia diraih pada laga persahabatan.
- Dari 11 pertemuan kedua tim di event-event besar seperti Piala Dunia, Piala Eropa, ataupun Olimpiade, Spanyol hanya mampu menang sekali, 5x seri, dan 5x kalah atas Italia. Satu-satunya kemenangan Spanyol atas Italia diraih pada Olimpiade 1920, dengan skor 2-0.
- Terakhir kali Spanyol menelan kekalahan di EURO, pada babak perempat final EURO 2004, dimana saat itu Spanyol dikalahkan Portugal dengan skor 0 – 1.
- Pada EURO 1992, Italia dan Spanyol sama-sama tidak lolos ke putaran final.
- Sebelum kedua tim bertemu di Grup C Euro 2012 ini, keduanya juga saling berhadapan di perempat final EURO 2008, dimana Spanyol berhasil memenangkan drama adu penalti melawan Italia setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
- Starting XI kedua tim pada perempat final EURO 2008 :
Spanyol : Casillas, Ramos, Marchena, Puyol, Capdevila, Senna, Xavi (Fabregas 60′), Iniesta (Cazorla 59′), Silva, Torres (Guiza 85′), Villa.
Italia : Buffon, Zambrotta, Panucci, Chiellini, Grosso, Perotta (Camoranesi 58‘), De Rossi, Ambrosini, Aquilani (Del Piero 108′), Toni, Cassano (Di Natale 75′).
- Pada pertemuan kedua tim di Grup C yang berakhir 1-1, Spanyol memegang penguasaan bola sebanyak 60%, sedangkan Italia 40%.
- Inilah skuad yang diturunkan pada pertandingan terakhir kedua tim di Grup C EURO 2012 yang berhasil akhir 1-1 :
Spanyol (4-3-3) : Casillas, Arbeloa, Pique, Ramos, Alba, Xavi, Busquets, Alonso, Silva (Navas 64′), Fabregas (Torres 74′) Iniesta.
Italia (3-5-2) : Buffon, Bonucci, Chiellini, De Rossi, Giaccherini, Marchisio, Pirlo, Motta (Nocerino 90‘), Maggio, Cassano (Giovinco 65′), Balotelli (Di Natale 56′).
- Spanyol berhasil menyamai rekor tiga final beruntun milik Jerman Barat pada tahun 1972-1976 (Juara EURO 1972, Piala Dunia 1974, Runner-up EURO 1976). Jika juara, Spanyol akan menjadi tim pertama yang berhasil menjuarai EURO dua kali berturut-turut, dan tim pertama yang berhasil menjuarai tiga final beruntun setelah EURO 2008 dan Piala Dunia 2010.
- Spanyol mampu meraih clean sheet pada empat laga terakhirnya. Italia adalah tim terakhir yang berhasil mencetak gol ke gawang Iker Casillas.
- Spanyol telah 2x menjuarai Piala EURO, sedangkan Italia baru 1x. Terakhir kali Italia menjuarai EURO pada tahun 1968.
- Man of the Match pada pertandingan terakhir antara Spanyol vs Italia yang berakhir 1-1 adalah Andres Iniesta, yang memang menjadi pemain yang paling berbahaya pada laga tersebut.
- Sejak tahun 2002, negara yang berhasil mengalahkan Jerman selalu menjadi juara baik di Piala Dunia maupun di EURO
- Vicente del Bosque berpeluang menjadi pelatih kedua setelah Helmut Schon (Jerman Barat), yang berhasil memenangkan Piala Dunia dan EURO.
- Jika Fernando Torres mencetak gol pada laga ini, dia akan menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua final EURO.
- Spanyol sejauh ini adalah tim yang paling banyak melakukan operan, yakni 3.417 operan. Sementara Italia ‘hanya’ 1.530 operan.
- Spanyol saat ini berada di peringkat-1 FIFA World Ranking, sedangkan Italia berada di peringkat-12 FIFA World Ranking.
Head 2 Head :
10 Jun 2012 : Spanyol 1 – 1 Italia (EURO 2012)11 Agt 2011 : Italia 2 – 1 Spanyol (Friendly Match)
23 Jun 2008 : Spanyol 0 – 0 Italia (EURO 2008)
5 Pertandingan terakhir Spanyol :
28 Jun 2012 : Portugal 0 – 0 Spanyol (EURO 2012)24 Jun 2012 : Spanyol 2 – 0 Prancis (EURO 2012)
19 Jun 2012 : Kroasia 0 – 1 Spanyol (EURO 2012)
15 Jun 2012 : Spanyol 4 – 0 Rep. Irlandia (EURO 2012)
10 Jun 2012 : Spanyol 1 – 1 Italia (EURO 2012)
5 Pertandingan terakhir Italia :
29 Jun 2012 : Jerman 1 – 2 Italia (EURO 2012)25 Jun 2012 : Inggris 0 – 0 Italia (EURO 2012)
19 Jun 2012 : Italia 2 – 0 Irlandia (EURO 2012)
14 Jun 2012 : Italia 1 – 1 Kroasia (EURO 2012)
10 Jun 2012 : Spanyol 1 – 1 Italia (EURO 2012)
Prediksi Bola Spanyol vs Italia :
Spanyol (4-3-3)
Casillas
Arbeloa – Pique – Ramos – Alba
Xavi – Busquets – Alonso
Silva – Fabregas – Iniesta
Pelatih : Vicente del Bosque (Spanyol)
Italia (4-1-3-2)
Buffon
Balzaretti – Barzagli – Bonucci – Chiellini
Pirlo
Marchisio – Montolivo – De Rossi
Balotelli – Cassano
Pelatih : Cesare Prandelli (Italia).
SPANYOL WINNER EURO 2012 .. Itu Pastii !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)





